7 Tahapan IPHA ( Irigasi Padi Hemat Air )
08 Januari 2025
Bidang Ilmu
:
Sumber Daya Air
Diunggah Oleh
:
ADMINISTRATOR
Penulis
:
BBWS Cimanuk Cisanggarung
34
709
1
0
Intro Halo Sobat Ciman Cis, kita bertemu lagi nih. Kali ini aku akan berbagi info tentang 7 tahapan detail irigasi padi hemat air.
7 tahapan itu antara lain, persiapan lahan, pemilihan benih yang baik,
persemayan basah, pindah tanam, pengaturan air,
pemeliharaan tanaman, panen, dan pasca panen. Yang pertama, persiapan lahan.
Tahapan ini merupakan kegiatan pengolahan tanah yang dilakukan sebanyak 3 kali, agar petani mendapatkan struktur tanah yang baik. Proses paling awal, yaitu,
lahan wajib digendangi air setinggi 5 cm di atas permukaan tanah selama 3-5 hari. Pengolahan pertama, melakukan bajak singkal sedalam 25-30 cm. Pembajakan ini bertujuan untuk memotong, membalikan, memecahkan tanah,
sekaligus membendamkan sisa tanaman ke dalam tanah. Tanah yang sudah dibajak, tanah yang sudah dibajak,
tanah yang sudah dibajak, dikubasi selama 2-3 hari. Pengolahan kedua, penggaruan.
Kegiatan ini berfungsi untuk menghancurkan tanah, hasil pengolahan pertama menjadi lebih kecil. Selain itu, sisa tanaman gulma yang terbenam,
akan terpotong menjadi lebih halus, sehingga mempercepat proses pembusukan. Untuk sobat petani,
yang menggunakan pupuk organik, sebaiknya pemupukan dilakukan pada pengolahan pertama atau kedua, agar dapat menghambat pertumbuhan gulma.
Pengolahan ketiga, perataan. Ini merupakan kegiatan meratakan tanah, yang berfungsi agar pengeringan dapat dilakukan secara merata.
Yuk kita masuk ke tahapan kedua, yaitu cara pemilihan benih yang baik. Pertama-tama, campurkan air bersih dengan garam ke dalam ember,
lalu diaduk. Kemudian, masukkan sebutir telur ke dalam larutan air garam. Jika telur masih tenggelam,
tandanya garam masih perlu ditambahkan, hingga telur tersebut menggenam. Selanjutnya, masukkanlah benih-benih ke dalam larutan air garam,
lalu diaduk. Benih mengapung merupakan benih yang dipilah dan dibuang, sedangkan benih tenggelam merupakan benih yang berkualitas.
Setelah selesai dipilah, pastikan benih berkualitas dicuci dengan bersih ya sobat. Untuk mendapatkan benih yang benar-benar berkualitas,
kita harus melalui proses perendaman benih. Pada proses perendaman ini, benih dicuci untuk menghilangkan kotoran,
dan membuat benih hampat rapung. Benih yang terpilih kemudian direndam selama 48 jam. Setelah itu, benih dibilas dan disaring,
lalu dipungkus ke dalam karung, dan didiamkan pada tempat yang tendu selama satu malam. Tahapan ketiga, Persemaian Basah
Persemaian pada metode IPA, petani melakukannya di bedengan dengan ukuran 50-70 cm. Langkah Pelaksanaan
Pertama-tama, bedengan ditaburi dengan abu sekam bakar secara tipis, sekitar 0,1-0,5 cm. Kemudian, tebar benih dilakukan dengan agak renggang.
Eits, belum selesai sobat. Setelah dilakukan tebar benih, bedengan harus dilapisi abu sekam untuk kedua kalinya.
Tapi tipis-tipis aja ya. Tahapan keempat, yaitu Pindah Tanam Proses tanam dilakukan 12-15 hari setelah masa persemaian ya sobat.
Pindah tanam bibit usia muda, bertujuan agar tanaman beranak di lahan yang luas, bukan di persemaian yang sesak.
Penanaman metode IPA harus dilakukan maksimal 30 menit, setelah dicabut dari persemaian, untuk menghindari stres pada tanaman.
Ingat ya, jangan mengikat dan melempar bibit. Sebaiknya, siapkan wadah untuk mengangkut kelan tanam. Sebelum melakukan penanaman,
para petani terlebih dahulu melakukan pencaplakan. Pencaplakan merupakan kegiatan membuat garis jarak tanam menggunakan alat caplak atau garet.
Jarak tanam yang selama ini dibuat, bervariasi mulai dari 30 x 30 cm, 40 x 40 cm,
atau sesuai dengan kondisi lahan. Sobat perlu memastikan nih, bahwa lahan siap tanam dalam kondisi air macak-macak.
Selain itu, parit harus sudah dibuat melintang di tengah sawah, dan mengelilingi sawah.
Dalam metode penanaman IPA, para petani harus menanam dangkal, dengan dua bibit per lubang tanam.
Penanaman ini memiliki tujuan agar nantinya setiap rumpun tanaman dapat menyerap unsur hara dengan lebih baik, kemudian menjadi induk semua.
Cara tanamnya pun tidak sembarangan loh sobat. Metode ini harus dilakukan dengan menarik akar bibit ke samping, membentuk huruf L.
Lantai Lantai Lantai
Lantai Lanjut, tahap kelima, pengaturan air. Pengairan air pada metode IPA dilakukan secara berselang atau putus-putus,
dengan pengendangan air setinggi 2 cm, dilakukan selama 3 hari. Pengendangan diselingi pengeringan selama 2-3 hari,
atau hingga muncul retak-retak halus di tanah. Pengairan dengan kondisi lahan macak-macak dilakukan ketika proses tanam dangkal, agar penanaman bibit muda mudah dilakukan sobat.
Pada umur 2-3 hari setelah tanam, lahan dibiarkan macak-macak hingga retak halus. Hal ini dilakukan agar air hanya membasahi tanah dan akar, tidak sampai ke batang padi.
Lalu, ketika memasuki umur 4-7 hari setelah tanam, lahan digenangi air setinggi 2 cm hingga muncul malai, atau 60 hari setelah tanam.
Proses ini terjadi pada fase vegetatif. Saat berusia 60-80 hari setelah tanam, air dikondisikan macak-macak atau tidak boleh kering.
Karena tanaman memasuki fase pembuatan, air dikondisi akan memasuki fase pembungaan dan pengisian bulir. Proses ini terjadi pada fase generatif.
Pengeringan total baru dilakukan 2 minggu menjelang masa panen sobat. Tujuannya agar bulir padi terisi dengan sempurna. Maka dari itu, parit yang telah dibuat di sekeliling dan di tengah petak sawah,
berfungsi untuk memudahkan membuang sisa air, sehingga, saat penggendangan 2 cm dan pengeringan dapat secara merata.
Masuk tahap ke-6 yaitu pemeliharaan tanaman. Pemeliharaan tanaman dilaksanakan dari masa setelah tanam sampai mendekati masa panen.
Kegiatan pemeliharaan meliputi penyulaman, penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit.
Penyulaman tanaman. Penyulaman adalah kegiatan menanam kembali atau mengganti tanaman yang mati. Biasanya dilakukan 3 sampai 7 hari setelah tanam.
Selanjutnya, penyiangan. Tujuannya adalah untuk mengambil guluma atau rumput yang tumbuh di sela-sela tanaman. Kegiatan ini dilakukan 3 sampai 4 kali
dengan selang waktu 10 hari. Penyiangan dengan cara manual jauh lebih baik dibanding dengan penyemprotan bahan kimia. Penyiangan lebih baik dilakukan pada kondisi lain berair, sobat.
Kondisi ini akan menyebabkan tanah lunak dan gembur, kemudian memudahkan proses pengambilan guluma. Tahap pemeliharaan selanjutnya yaitu pemupukan.
Pemupukan. Pemupukan berfungsi menjaga ketersediaan hara untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi.
Dengan menggunakan metode IPA, petani bebas menggunakan pupuk organik maupun kimia. Pokoknya APS deh, asal petani senang.
Pemupukan dasar diaplikasikan saat padi berusia 5 hari setelah tanam. Pemupukan pertama dilakukan pada usia 10 hingga 15 hari setelah tanam. Kemudian pemupukan kedua dilakukan pada usia 20 hingga 25 hari setelah tanam.
Para petani dapat menggunakan pupuk organik cair seperti mol sebagai tambahan nutrisi bagi tumbuhan. Mol dapat dibuat dari bahan limbah sayur-sayuran,
buah-buahan, keong mas, dan lain-lain
yang ditambahkan air cucian beras, gula atau mol. Juga diberi air kelapa atau air kelapa
dan urin sapi atau kelinci. Kemudian difermentasi selama 10 hingga 15 hari. Tahap pemeliharaan yang terakhir adalah pengendalian hama dan penyakit.
Pencegahan terhadap hama dan penyakit dilakukan sesuai kaedah pengelolaan hama terpadu lo Sobat, melalui pendaya gunaan fungsi musuh alami dan pemantauan berkala. Pengendalian hama tanaman sangat penting dimulai dari saat persemayan hingga fase generatif.
Harus Sobat ketahui bahwa para petani melakukan pengendalian hama menggunakan pestisi dan abati atau obat kinia. Ada beberapa cara pengendalian yang biasa dilakukan petani lo Sobat, yaitu dengan penggunaan varietas unggul,
penanaman secara serentak, serta penggunaan pesticida secara selektif dan tepat guna. Tahapan pemeliharaan sudah selesai nih Sobat.
Sekarang kita memasuki tahap ke 7, panen dan penanganan pacar panen. Kegiatan panen tidak boleh dilakukan dengan asal-asalan ya Sobat. Panen tepat waktu dengan teknik yang benar akan meningkatkan kuantitas maupun kualitas sehingga akan berpengaruh pada tingkat pendapatan para petani.
Lalu bagaimana sih teknik memanen yang benar? Pertama, panen dilakukan pada saat matang fisiologis, yaitu bila mana 95% bulir sudah mengunik. Kedua, padi yang sudah dipotong segera dirontokkan menggunakan alat power tracer dengan menggelar alas sebagai penampung gabah atau menggunakan combine harvester.
Ketiga, gabah yang sudah dirontokkan dibersihkan dari kotoran dan jerami menggunakan blower, atau penamping. Keempat, gabah dijemur hingga mencapai kadar air sekitar 16% menjadi gabah kering simpan.
Setelah panen, kita memasuki proses terakhir nih, yaitu penanganan pasca panen. Proses ini meliputi pengeringan gabah kembali hingga kadar air mencapai 14%. Presentase tersebut tercapai dengan menghamparkan gabah dengan ketebalan 5 cm.
Pada lantai jemur atau alas terpal, kemudian gabah dibalik setiap 2 jam. Setelah benar-benar kering, gabah dimasukkan ke dalam karung plastik untuk disimpan dalam gudang atau dibawa ke penggilingan padi. Nah, berikut ini adalah hasil dari produk IPA, Sobat!
Oke, Sobat Cimanciz. Setelah nonton video ini, kalian sekarang makin tahu, kan? 7 tahapan detail irigasi padiemat air.
Sekian dulu ya, Sobat Cimanciz. Sampai ketemu di penjelasan berikutnya.
7 tahapan itu antara lain, persiapan lahan, pemilihan benih yang baik,
persemayan basah, pindah tanam, pengaturan air,
pemeliharaan tanaman, panen, dan pasca panen. Yang pertama, persiapan lahan.
Tahapan ini merupakan kegiatan pengolahan tanah yang dilakukan sebanyak 3 kali, agar petani mendapatkan struktur tanah yang baik. Proses paling awal, yaitu,
lahan wajib digendangi air setinggi 5 cm di atas permukaan tanah selama 3-5 hari. Pengolahan pertama, melakukan bajak singkal sedalam 25-30 cm. Pembajakan ini bertujuan untuk memotong, membalikan, memecahkan tanah,
sekaligus membendamkan sisa tanaman ke dalam tanah. Tanah yang sudah dibajak, tanah yang sudah dibajak,
tanah yang sudah dibajak, dikubasi selama 2-3 hari. Pengolahan kedua, penggaruan.
Kegiatan ini berfungsi untuk menghancurkan tanah, hasil pengolahan pertama menjadi lebih kecil. Selain itu, sisa tanaman gulma yang terbenam,
akan terpotong menjadi lebih halus, sehingga mempercepat proses pembusukan. Untuk sobat petani,
yang menggunakan pupuk organik, sebaiknya pemupukan dilakukan pada pengolahan pertama atau kedua, agar dapat menghambat pertumbuhan gulma.
Pengolahan ketiga, perataan. Ini merupakan kegiatan meratakan tanah, yang berfungsi agar pengeringan dapat dilakukan secara merata.
Yuk kita masuk ke tahapan kedua, yaitu cara pemilihan benih yang baik. Pertama-tama, campurkan air bersih dengan garam ke dalam ember,
lalu diaduk. Kemudian, masukkan sebutir telur ke dalam larutan air garam. Jika telur masih tenggelam,
tandanya garam masih perlu ditambahkan, hingga telur tersebut menggenam. Selanjutnya, masukkanlah benih-benih ke dalam larutan air garam,
lalu diaduk. Benih mengapung merupakan benih yang dipilah dan dibuang, sedangkan benih tenggelam merupakan benih yang berkualitas.
Setelah selesai dipilah, pastikan benih berkualitas dicuci dengan bersih ya sobat. Untuk mendapatkan benih yang benar-benar berkualitas,
kita harus melalui proses perendaman benih. Pada proses perendaman ini, benih dicuci untuk menghilangkan kotoran,
dan membuat benih hampat rapung. Benih yang terpilih kemudian direndam selama 48 jam. Setelah itu, benih dibilas dan disaring,
lalu dipungkus ke dalam karung, dan didiamkan pada tempat yang tendu selama satu malam. Tahapan ketiga, Persemaian Basah
Persemaian pada metode IPA, petani melakukannya di bedengan dengan ukuran 50-70 cm. Langkah Pelaksanaan
Pertama-tama, bedengan ditaburi dengan abu sekam bakar secara tipis, sekitar 0,1-0,5 cm. Kemudian, tebar benih dilakukan dengan agak renggang.
Eits, belum selesai sobat. Setelah dilakukan tebar benih, bedengan harus dilapisi abu sekam untuk kedua kalinya.
Tapi tipis-tipis aja ya. Tahapan keempat, yaitu Pindah Tanam Proses tanam dilakukan 12-15 hari setelah masa persemaian ya sobat.
Pindah tanam bibit usia muda, bertujuan agar tanaman beranak di lahan yang luas, bukan di persemaian yang sesak.
Penanaman metode IPA harus dilakukan maksimal 30 menit, setelah dicabut dari persemaian, untuk menghindari stres pada tanaman.
Ingat ya, jangan mengikat dan melempar bibit. Sebaiknya, siapkan wadah untuk mengangkut kelan tanam. Sebelum melakukan penanaman,
para petani terlebih dahulu melakukan pencaplakan. Pencaplakan merupakan kegiatan membuat garis jarak tanam menggunakan alat caplak atau garet.
Jarak tanam yang selama ini dibuat, bervariasi mulai dari 30 x 30 cm, 40 x 40 cm,
atau sesuai dengan kondisi lahan. Sobat perlu memastikan nih, bahwa lahan siap tanam dalam kondisi air macak-macak.
Selain itu, parit harus sudah dibuat melintang di tengah sawah, dan mengelilingi sawah.
Dalam metode penanaman IPA, para petani harus menanam dangkal, dengan dua bibit per lubang tanam.
Penanaman ini memiliki tujuan agar nantinya setiap rumpun tanaman dapat menyerap unsur hara dengan lebih baik, kemudian menjadi induk semua.
Cara tanamnya pun tidak sembarangan loh sobat. Metode ini harus dilakukan dengan menarik akar bibit ke samping, membentuk huruf L.
Lantai Lantai Lantai
Lantai Lanjut, tahap kelima, pengaturan air. Pengairan air pada metode IPA dilakukan secara berselang atau putus-putus,
dengan pengendangan air setinggi 2 cm, dilakukan selama 3 hari. Pengendangan diselingi pengeringan selama 2-3 hari,
atau hingga muncul retak-retak halus di tanah. Pengairan dengan kondisi lahan macak-macak dilakukan ketika proses tanam dangkal, agar penanaman bibit muda mudah dilakukan sobat.
Pada umur 2-3 hari setelah tanam, lahan dibiarkan macak-macak hingga retak halus. Hal ini dilakukan agar air hanya membasahi tanah dan akar, tidak sampai ke batang padi.
Lalu, ketika memasuki umur 4-7 hari setelah tanam, lahan digenangi air setinggi 2 cm hingga muncul malai, atau 60 hari setelah tanam.
Proses ini terjadi pada fase vegetatif. Saat berusia 60-80 hari setelah tanam, air dikondisikan macak-macak atau tidak boleh kering.
Karena tanaman memasuki fase pembuatan, air dikondisi akan memasuki fase pembungaan dan pengisian bulir. Proses ini terjadi pada fase generatif.
Pengeringan total baru dilakukan 2 minggu menjelang masa panen sobat. Tujuannya agar bulir padi terisi dengan sempurna. Maka dari itu, parit yang telah dibuat di sekeliling dan di tengah petak sawah,
berfungsi untuk memudahkan membuang sisa air, sehingga, saat penggendangan 2 cm dan pengeringan dapat secara merata.
Masuk tahap ke-6 yaitu pemeliharaan tanaman. Pemeliharaan tanaman dilaksanakan dari masa setelah tanam sampai mendekati masa panen.
Kegiatan pemeliharaan meliputi penyulaman, penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit.
Penyulaman tanaman. Penyulaman adalah kegiatan menanam kembali atau mengganti tanaman yang mati. Biasanya dilakukan 3 sampai 7 hari setelah tanam.
Selanjutnya, penyiangan. Tujuannya adalah untuk mengambil guluma atau rumput yang tumbuh di sela-sela tanaman. Kegiatan ini dilakukan 3 sampai 4 kali
dengan selang waktu 10 hari. Penyiangan dengan cara manual jauh lebih baik dibanding dengan penyemprotan bahan kimia. Penyiangan lebih baik dilakukan pada kondisi lain berair, sobat.
Kondisi ini akan menyebabkan tanah lunak dan gembur, kemudian memudahkan proses pengambilan guluma. Tahap pemeliharaan selanjutnya yaitu pemupukan.
Pemupukan. Pemupukan berfungsi menjaga ketersediaan hara untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi.
Dengan menggunakan metode IPA, petani bebas menggunakan pupuk organik maupun kimia. Pokoknya APS deh, asal petani senang.
Pemupukan dasar diaplikasikan saat padi berusia 5 hari setelah tanam. Pemupukan pertama dilakukan pada usia 10 hingga 15 hari setelah tanam. Kemudian pemupukan kedua dilakukan pada usia 20 hingga 25 hari setelah tanam.
Para petani dapat menggunakan pupuk organik cair seperti mol sebagai tambahan nutrisi bagi tumbuhan. Mol dapat dibuat dari bahan limbah sayur-sayuran,
buah-buahan, keong mas, dan lain-lain
yang ditambahkan air cucian beras, gula atau mol. Juga diberi air kelapa atau air kelapa
dan urin sapi atau kelinci. Kemudian difermentasi selama 10 hingga 15 hari. Tahap pemeliharaan yang terakhir adalah pengendalian hama dan penyakit.
Pencegahan terhadap hama dan penyakit dilakukan sesuai kaedah pengelolaan hama terpadu lo Sobat, melalui pendaya gunaan fungsi musuh alami dan pemantauan berkala. Pengendalian hama tanaman sangat penting dimulai dari saat persemayan hingga fase generatif.
Harus Sobat ketahui bahwa para petani melakukan pengendalian hama menggunakan pestisi dan abati atau obat kinia. Ada beberapa cara pengendalian yang biasa dilakukan petani lo Sobat, yaitu dengan penggunaan varietas unggul,
penanaman secara serentak, serta penggunaan pesticida secara selektif dan tepat guna. Tahapan pemeliharaan sudah selesai nih Sobat.
Sekarang kita memasuki tahap ke 7, panen dan penanganan pacar panen. Kegiatan panen tidak boleh dilakukan dengan asal-asalan ya Sobat. Panen tepat waktu dengan teknik yang benar akan meningkatkan kuantitas maupun kualitas sehingga akan berpengaruh pada tingkat pendapatan para petani.
Lalu bagaimana sih teknik memanen yang benar? Pertama, panen dilakukan pada saat matang fisiologis, yaitu bila mana 95% bulir sudah mengunik. Kedua, padi yang sudah dipotong segera dirontokkan menggunakan alat power tracer dengan menggelar alas sebagai penampung gabah atau menggunakan combine harvester.
Ketiga, gabah yang sudah dirontokkan dibersihkan dari kotoran dan jerami menggunakan blower, atau penamping. Keempat, gabah dijemur hingga mencapai kadar air sekitar 16% menjadi gabah kering simpan.
Setelah panen, kita memasuki proses terakhir nih, yaitu penanganan pasca panen. Proses ini meliputi pengeringan gabah kembali hingga kadar air mencapai 14%. Presentase tersebut tercapai dengan menghamparkan gabah dengan ketebalan 5 cm.
Pada lantai jemur atau alas terpal, kemudian gabah dibalik setiap 2 jam. Setelah benar-benar kering, gabah dimasukkan ke dalam karung plastik untuk disimpan dalam gudang atau dibawa ke penggilingan padi. Nah, berikut ini adalah hasil dari produk IPA, Sobat!
Oke, Sobat Cimanciz. Setelah nonton video ini, kalian sekarang makin tahu, kan? 7 tahapan detail irigasi padiemat air.
Sekian dulu ya, Sobat Cimanciz. Sampai ketemu di penjelasan berikutnya.
Deskripsi
Dalam video ini, kami akan mengulas secara mendetail 7 tahapan pelaksanaan Program IPHA (Irigasi Padi Hemat Air) yang dikelola oleh BBWS Cimanuk Cisanggarung. Program ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dalam budidaya padi, sehingga mendukung keberlanjutan pertanian dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
Area Diskusi
Anda harus login untuk memberikan komentar
Pengetahuan Lainnya

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum
Gedung Heritage. Lantai 2.
Jl. Pattimura No. 20. Kebayoran Baru
Email: datin_bpsdm@pu.go.id
Petunjuk Pemakaian

Total Pengunjung
Hari ini: 0
Kemarin: 0
Minggu ini: 0
Bulan ini: 0
Total: 0
Situs Terkait
© 2026 BPSDM Kementerian PU. All rights reserved