Transformasi Pembangunan Integritas Melalui Komitmen Pembangunan Zona Integritas
02 Januari 2026
Bidang Ilmu
:
Manajemen
Penulis
:
Dr. Lulus Mustofa, S.H., M.H.
0
410
18
0
Intro Mari kita lebih berani, mari kita lebih tidak ragu-ragu untuk memberi pelayanan yang terbaik kepada rakyat kita
Intro Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen dalam satu komando di bawah
kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Wakil Presiden Gibran Raka Buming Raka untuk mendukung target Astacita
Salah satu dari delapan Astacita adalah memperkuat reformasi politik hukum birokrasi serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba
Zona Integritas merupakan miniatur pelaksanaan reformasi birokrasi yang berasal dari tingkat unit kerja ataupun unit pelaksana teknis
Zona Integritas melatih pimpinan unit kerja maupun unit pelaksana teknis untuk mengenal bagaimana tata kelola
pemerintah digital yang lincah, kolaboratif, dan akuntabel Zona Integritas atau ZI merupakan predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah
yang berpengaruh untuk menjaga kemampuan pemerintah digital dan jajarannya telah berkomitmen untuk mewujudkan wilayah bebas dari korupsi atau WBK
dan wilayah birokrasi bersih dan melayani atau WBBM melalui reformasi birokrasi khususnya dalam hal mewujudkan pemerintah yang bersih
dan akuntabel serta pelayanan publik yang prima Konsep Pulau Integritas atau Island of Integrity dalam pembangunan Zona Integritas
merupakan pendekatan strategi yang digunakan untuk menciptakan area atau unit yang terbebas dari praktek korupsi
dalam sebuah institusi yang lebih luas meskipun institusi tersebut belum sepenuhnya bersih dari korupsi Konsep ini menjadi fondasi awal bagi perubahan
yang lebih luas dalam reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance Zona Integritas menjadi langkah strategis dalam
1. Mendorong percepatan reformasi birokrasi Kementerian Pekerjaan Umum dengan berfokus pada perubahan nyata di unit kerja 2. ZI mempercepat implementasi prinsip birokrasi yang bersih, efektif, dan berorientasi hasil
3. Penguatan eksklus sistem integritas 4. Memperkuat fondasi integritas yang mencakup komitmen integritas dan integritas 5. Memperkuat komitmen pimpinan pengendalian gratifikasi serta sistem pengawasan
6. Menciptakan budaya kerja yang kuat dapat mencegah potensi penyimpangan 7. Memujudkan organisasi yang berkinerja tinggi dan melayani 8. Menekankan transformasi kinerja birokrasi agar tidak hanya bersih dari korupsi
tetapi juga profesional, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat Strategi Pembangunan Zona Integritas Penciptaan ekosistem kerja, birokrasi yang berintegrasi dan melayani di tingkat unit kerja
dapat dicapai melalui strategi 1. Komitmen Pimpinan dan Jajaran Organisasi Komitmen ini tidak cukup hanya dalam bentuk simbolik atau administratif
untuk meraih predikat WBK-WBBM tetapi harus tercemin dalam tindakan nyata dan keputusan strategi yang konsisten
2. Identifikasi Peran Strategis Unit Kerja Penguatan zona integritas harus dimulai dari pemahaman mendalam terhadap peran unit termasuk potensi inovasi,
tantangan, dan kontribusi terhadap tujuan informasi birokrasi nasional 3. Berorientasi pada dampak bukan sekadar output Penyusunan program dan penyusunan program tersebut adalah
dan aksi perubahan dalam zona integritas harus berbasis pada dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat bukan hanya sekadar pemenuhan dokumen atau output administrasi
4. Integrasi dengan tata kelola organisasi Penggembangan zona integritas tidak boleh berjalan terpisah dari manajemen organisasi secara keseluruhan
justru nilai-nilai integritas dan pelayanan integritasnya harus menjadi bagian integral dalam sistem perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kinerja unit kerja
5. Responsif terhadap keluhan dan masukan Salah satu pilar penting dalam menciptakan ekosistem yang melayani adalah kepekaan dan responsifitas
terhadap keluhan dan masukan masyarakat Unit kerja harus memiliki komitmen untuk menindaklanjuti seluruh pengaduan
dan keluhan yang masuk terhadap layanan sebagai bahan perbaikan 6. Komunikasi terbuka dengan pemangku kepentingan
Strategi ZI juga harus mencakup komunikasi yang produktif, proaktif, dan terbuka dengan stakeholder eksternal termasuk masyarakat
dan mitra kerja, serta membangun kepercayaan dan memperkuat akuntabilitas publik terhadap kinerja instansi
7. Monitoring dan evaluasi berkala Evaluasi menjadi tolok ukur atau alat ukur Efektivitas implementasi sekaligus menjadi dasar dalam
merumuskan tindak lanjut untuk peningkatan mutu program perubahan 8. Tim ZI yang solid dan profesional
Keberhasilan pembangunan zona integritas dapat dicapai oleh tim yang kuat Untuk itu dibentuk tim lintas bidang secara fungsional
bukan sekedar administratif Anggota tim dipilih dan dilatih khusus mengenai konsep zona integritas
manajemen perubahan serta pelayanan publik Tim yang solid bukan hanya bekerja tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan budaya kerja
di lingkungan unit kerja 9. Kerangka logis pembangunan zona integritas Pembangunan zona integritas dilakukan dengan pendekatan
kerangka logis pada pemenuhan komponen pengungkit dan komponen hasil Penilaian tidak hanya dilakukan terhadap
kelengkapan dokumen sebagai bukti perbaikan tata kelola yang telah dilaksanakan namun juga hasil atau outcome dari perbaikan
yang telah dilakukan Perbaikan tata kelola dilakukan pada 6 area perubahan atau yang dikenal dengan komponen pengungkit
A. Manajemen perubahan Melibatkan perubahan perilaku dan menset seluruh pegawai serta komitmen pimpinan
B. Penataan tata laksana Fokus pada penyederhanaan dan perbaikan sistem dan prosedur kerja C. Penataan manajemen SDM
Melibatkan penataan sistem rekrutmen promosi dan pengembangan pegawai yang adil dan transparan D. Penguatan akuntabilitas kinerja
Terkait dengan pengukuran kinerja individu dan pengawasan dan pengawasan ekonomi A. Penguatan pengawasan mencakup pengawasan internal dan eksternal
serta penerapan sistem pengendalian gratifikasi manajemen resiko, konflik kepentingan, dan pelaporan harta kekayaan dan perpajakan
F. Peningkatan kualitas pelayanan publik berorientasi pada peningkatan kemudahan, kecepatan, dan kepuasan masyarakat dalam menerima pelayanan.
Terhadap perbaikan pada 6 area perubahan, dilakukan pengukuran atau capaian atau dampaknya pada penguatan anti korupsi dan perbaikan layanan publik
atau yang dikenal dengan komponen hasil. Untuk menjaga semangat pembangunan zona integritas, Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan komitmennya
untuk SIAP menuju predikat WPK dan WBBM melalui tagline SIAP, yaitu Sinergi, Integritas, Aksi, dan Perubahan.
Sinergi merupakan kolaborasi dan kerjasama seluruh elemen, mulai dari pimpinan, pegawai, hingga pemangku kepentingan berkolaborasi
dan bekerjasama secara solid untuk mencapai tujuan bersama, yaitu terwujudnya unit kerja berpredikat WPK dan WBBM. Integritas merupakan konsistensi dalam penerapan etika kerja yang baik.
Integritas menuntut kesehatan, kesehatan, dan kebaikan. Integritas menuntut setiap individu untuk menjunjung tinggi kejujuran dan menjaga lingkungan kerja agar proses pelayanan publik
berjalan sesuai aturan serta bebas dari praktek korupsi, kolosi, dan nepotisme. Aksi menekankan pentingnya langkah nyata dan terukur untuk mencapai perubahan WPK-WBBM bukan sekadar slogan,
tapi juga harus diwujudkan dalam berbagai program dan kegiatan konkret yang menunjukkan komitmen perubahan. Merupakan tujuan utama dari seluruh rangkaian proses sinergi, integritas, dan aksi.
Perubahan budaya kerjaan yang berkelanjutan diharapkan mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta pelayanan publik yang semakin prima. Dengan semangat siap, WPK-WBBM terus bergerak meningkatkan integritas dan konsisten,
memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Demikian tertanda Inspektur 6. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Intro Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen dalam satu komando di bawah
kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Wakil Presiden Gibran Raka Buming Raka untuk mendukung target Astacita
Salah satu dari delapan Astacita adalah memperkuat reformasi politik hukum birokrasi serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba
Zona Integritas merupakan miniatur pelaksanaan reformasi birokrasi yang berasal dari tingkat unit kerja ataupun unit pelaksana teknis
Zona Integritas melatih pimpinan unit kerja maupun unit pelaksana teknis untuk mengenal bagaimana tata kelola
pemerintah digital yang lincah, kolaboratif, dan akuntabel Zona Integritas atau ZI merupakan predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah
yang berpengaruh untuk menjaga kemampuan pemerintah digital dan jajarannya telah berkomitmen untuk mewujudkan wilayah bebas dari korupsi atau WBK
dan wilayah birokrasi bersih dan melayani atau WBBM melalui reformasi birokrasi khususnya dalam hal mewujudkan pemerintah yang bersih
dan akuntabel serta pelayanan publik yang prima Konsep Pulau Integritas atau Island of Integrity dalam pembangunan Zona Integritas
merupakan pendekatan strategi yang digunakan untuk menciptakan area atau unit yang terbebas dari praktek korupsi
dalam sebuah institusi yang lebih luas meskipun institusi tersebut belum sepenuhnya bersih dari korupsi Konsep ini menjadi fondasi awal bagi perubahan
yang lebih luas dalam reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance Zona Integritas menjadi langkah strategis dalam
1. Mendorong percepatan reformasi birokrasi Kementerian Pekerjaan Umum dengan berfokus pada perubahan nyata di unit kerja 2. ZI mempercepat implementasi prinsip birokrasi yang bersih, efektif, dan berorientasi hasil
3. Penguatan eksklus sistem integritas 4. Memperkuat fondasi integritas yang mencakup komitmen integritas dan integritas 5. Memperkuat komitmen pimpinan pengendalian gratifikasi serta sistem pengawasan
6. Menciptakan budaya kerja yang kuat dapat mencegah potensi penyimpangan 7. Memujudkan organisasi yang berkinerja tinggi dan melayani 8. Menekankan transformasi kinerja birokrasi agar tidak hanya bersih dari korupsi
tetapi juga profesional, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat Strategi Pembangunan Zona Integritas Penciptaan ekosistem kerja, birokrasi yang berintegrasi dan melayani di tingkat unit kerja
dapat dicapai melalui strategi 1. Komitmen Pimpinan dan Jajaran Organisasi Komitmen ini tidak cukup hanya dalam bentuk simbolik atau administratif
untuk meraih predikat WBK-WBBM tetapi harus tercemin dalam tindakan nyata dan keputusan strategi yang konsisten
2. Identifikasi Peran Strategis Unit Kerja Penguatan zona integritas harus dimulai dari pemahaman mendalam terhadap peran unit termasuk potensi inovasi,
tantangan, dan kontribusi terhadap tujuan informasi birokrasi nasional 3. Berorientasi pada dampak bukan sekadar output Penyusunan program dan penyusunan program tersebut adalah
dan aksi perubahan dalam zona integritas harus berbasis pada dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat bukan hanya sekadar pemenuhan dokumen atau output administrasi
4. Integrasi dengan tata kelola organisasi Penggembangan zona integritas tidak boleh berjalan terpisah dari manajemen organisasi secara keseluruhan
justru nilai-nilai integritas dan pelayanan integritasnya harus menjadi bagian integral dalam sistem perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kinerja unit kerja
5. Responsif terhadap keluhan dan masukan Salah satu pilar penting dalam menciptakan ekosistem yang melayani adalah kepekaan dan responsifitas
terhadap keluhan dan masukan masyarakat Unit kerja harus memiliki komitmen untuk menindaklanjuti seluruh pengaduan
dan keluhan yang masuk terhadap layanan sebagai bahan perbaikan 6. Komunikasi terbuka dengan pemangku kepentingan
Strategi ZI juga harus mencakup komunikasi yang produktif, proaktif, dan terbuka dengan stakeholder eksternal termasuk masyarakat
dan mitra kerja, serta membangun kepercayaan dan memperkuat akuntabilitas publik terhadap kinerja instansi
7. Monitoring dan evaluasi berkala Evaluasi menjadi tolok ukur atau alat ukur Efektivitas implementasi sekaligus menjadi dasar dalam
merumuskan tindak lanjut untuk peningkatan mutu program perubahan 8. Tim ZI yang solid dan profesional
Keberhasilan pembangunan zona integritas dapat dicapai oleh tim yang kuat Untuk itu dibentuk tim lintas bidang secara fungsional
bukan sekedar administratif Anggota tim dipilih dan dilatih khusus mengenai konsep zona integritas
manajemen perubahan serta pelayanan publik Tim yang solid bukan hanya bekerja tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan budaya kerja
di lingkungan unit kerja 9. Kerangka logis pembangunan zona integritas Pembangunan zona integritas dilakukan dengan pendekatan
kerangka logis pada pemenuhan komponen pengungkit dan komponen hasil Penilaian tidak hanya dilakukan terhadap
kelengkapan dokumen sebagai bukti perbaikan tata kelola yang telah dilaksanakan namun juga hasil atau outcome dari perbaikan
yang telah dilakukan Perbaikan tata kelola dilakukan pada 6 area perubahan atau yang dikenal dengan komponen pengungkit
A. Manajemen perubahan Melibatkan perubahan perilaku dan menset seluruh pegawai serta komitmen pimpinan
B. Penataan tata laksana Fokus pada penyederhanaan dan perbaikan sistem dan prosedur kerja C. Penataan manajemen SDM
Melibatkan penataan sistem rekrutmen promosi dan pengembangan pegawai yang adil dan transparan D. Penguatan akuntabilitas kinerja
Terkait dengan pengukuran kinerja individu dan pengawasan dan pengawasan ekonomi A. Penguatan pengawasan mencakup pengawasan internal dan eksternal
serta penerapan sistem pengendalian gratifikasi manajemen resiko, konflik kepentingan, dan pelaporan harta kekayaan dan perpajakan
F. Peningkatan kualitas pelayanan publik berorientasi pada peningkatan kemudahan, kecepatan, dan kepuasan masyarakat dalam menerima pelayanan.
Terhadap perbaikan pada 6 area perubahan, dilakukan pengukuran atau capaian atau dampaknya pada penguatan anti korupsi dan perbaikan layanan publik
atau yang dikenal dengan komponen hasil. Untuk menjaga semangat pembangunan zona integritas, Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan komitmennya
untuk SIAP menuju predikat WPK dan WBBM melalui tagline SIAP, yaitu Sinergi, Integritas, Aksi, dan Perubahan.
Sinergi merupakan kolaborasi dan kerjasama seluruh elemen, mulai dari pimpinan, pegawai, hingga pemangku kepentingan berkolaborasi
dan bekerjasama secara solid untuk mencapai tujuan bersama, yaitu terwujudnya unit kerja berpredikat WPK dan WBBM. Integritas merupakan konsistensi dalam penerapan etika kerja yang baik.
Integritas menuntut kesehatan, kesehatan, dan kebaikan. Integritas menuntut setiap individu untuk menjunjung tinggi kejujuran dan menjaga lingkungan kerja agar proses pelayanan publik
berjalan sesuai aturan serta bebas dari praktek korupsi, kolosi, dan nepotisme. Aksi menekankan pentingnya langkah nyata dan terukur untuk mencapai perubahan WPK-WBBM bukan sekadar slogan,
tapi juga harus diwujudkan dalam berbagai program dan kegiatan konkret yang menunjukkan komitmen perubahan. Merupakan tujuan utama dari seluruh rangkaian proses sinergi, integritas, dan aksi.
Perubahan budaya kerjaan yang berkelanjutan diharapkan mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta pelayanan publik yang semakin prima. Dengan semangat siap, WPK-WBBM terus bergerak meningkatkan integritas dan konsisten,
memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Demikian tertanda Inspektur 6. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Deskripsi
Pembangunan Zona Integritas merupakan strategi percepatan penerapan Reformasi Birokrasi di Kementerian PU. Sebagai bentuk komitmen bersama dan untuk menjaga semangat Pembangunan ZI, Kementerian PU menggunakan tagline S.I.A.P WBK-WBBM, Sinergi, Integritas, Aksi dan Perubahan.
Area Diskusi
Anda harus login untuk memberikan komentar
