Pengendalian Daya Rusak Air
03 Desember 2024
Bidang Ilmu
:
Sumber Daya Air
Penulis
:
ADMINISTRATOR
6
99
0
0
Daya rusak air adalah daya air yang dapat menimbulkan kerusakan dan atau bencana terhadap manusia dan lingkungan
sekitarnya. Yang antara lain berupa kejadian banjir, erosi tanah dan sedimentasi, tanah longsor, banjir lahar
dingin, tanah amblas, perubahan sifat dan kandungan kimia, biologi dan fisik dalam air, instrusi air laut, dan
perembesan pada tempat yang tidak diinginkan. Maksud dan tujuan pengendalian daya rusak air Pencegahan
daya rusak air ditujukan untuk mencegah terjadinya bencana yang diakibatkan oleh daya rusak air, meringankan penderitaan
akibat bencana melalui mitigasi bencana, memulihkan fungsi sumber daya air, serta sistem perasarana sumber daya air
setelah terjadinya daya rusak air. Filosofi daya rusak air Sesuai dengan sifat air yang selalu bergerak mengikuti
siklus hidrologi, masa air dalam jumlah besar datang dan pergi, melewati permukaan bumi, mengalir melalui suni
-sungai. Sebagian air ketika jatuh ke bumi, meresap ke dalam tanah, membentuk aliran air tanah di dalam akiver, dan
dapat muncul kembali di permukaan tanah, mengisi aliran sungai. Resiko daya rusak air Semua berawal dari adanya bahaya
atau hazard akan terjadi daya rusak air, dan bahaya tersebut tidak selalu berkembang menjadi bencana atau
disaster. Jika suatu wilayah dilindungi dengan tanggul tinggi, selama bahaya banjir tidak melampaui puncak tanggul,
maka bahaya tersebut tidak akan berkembang menjadi bencana banjir. Jika potensi bahayanya tinggi dan konsekuensi
kerugiannya, atau tingkat kerentanan, vulnerability juga tinggi, maka kejadian banjir yang seperti ini dikatakan
resikonya tinggi. Sebaliknya, jika potensi bahayanya rendah dan tingkat kerentanannya juga rendah, maka
dikatakan banjirnya memiliki resiko rendah. Tingkat kerentanan resiko daya air atau banjir dibagi menjadi empat.
High probability last consequence, high probability small consequence, low probability last consequence, dan low
probability small consequence. Konsekuensi yang dirasakan langsung dan nyata, yaitu kerusakan rumah, sekolah,
pabrik, jalan, jembatan, perabotan, mobil, mesin, pembangkit listrik, pasokan air. Konsekuensi secara langsung
yang tidak nyata, yaitu hilangnya nyawa, efek kesehatan, dan hilangnya nilai ekologis. Konsekuensi yang dirasakan
langsung dan nyata, yaitu hilangnya produksi industri, gangguan lalu lintas, kehilangan pelanggan. Konsekuensi tidak
langsung dan tidak nyata, yaitu ketidaknyamanan pemulihan setelah banjir, meningkatkan kerentanan korban.
Tingginya curah hujan merupakan salah satu penyebab tanah longsor. Saat musim kemarau yang panjang, tanah akan
mengering dan membentuk rongga pecah -pecah atau pori-pori. Hal itu berakibat terjadinya keretakan pada tanah
tersebut. Kemudian, kalau musim hujan tiba, air hujan akan masuk dan meresap ke dalam tanah yang retak dan memenuhi
rongga, sehingga terjadilah pergeseran tanah. Tanah yang bergeser menyebabkan erosi tanah dan kemudian terjadi
longsor. Selain bahaya daya rusak air akibat volume lompasan permukaan yang besar, kita juga patut mewaspadai bahaya
banjir lahar dingin. Lahar dingin yaitu aliran air dingin yang tercampur dengan material vulkanik yang terjadi karena
hujan lebat setelah gunung api meletus. Banjir lahar dingin bisa juga disebut banjir bandang karena mengalirkan
material vulkanik berupa lumpur di lareng gunung. Daya rusak air adalah daya air yang dapat menimbulkan
kerusakan dan atau bencana terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya. Semua berasal dari adanya bahaya atau hazard
akan terjadi daya rusak air, dan bahaya tersebut tidak selalu berkembang menjadi bencana atau disaster. Terima kasih.
Terima kasih.
sekitarnya. Yang antara lain berupa kejadian banjir, erosi tanah dan sedimentasi, tanah longsor, banjir lahar
dingin, tanah amblas, perubahan sifat dan kandungan kimia, biologi dan fisik dalam air, instrusi air laut, dan
perembesan pada tempat yang tidak diinginkan. Maksud dan tujuan pengendalian daya rusak air Pencegahan
daya rusak air ditujukan untuk mencegah terjadinya bencana yang diakibatkan oleh daya rusak air, meringankan penderitaan
akibat bencana melalui mitigasi bencana, memulihkan fungsi sumber daya air, serta sistem perasarana sumber daya air
setelah terjadinya daya rusak air. Filosofi daya rusak air Sesuai dengan sifat air yang selalu bergerak mengikuti
siklus hidrologi, masa air dalam jumlah besar datang dan pergi, melewati permukaan bumi, mengalir melalui suni
-sungai. Sebagian air ketika jatuh ke bumi, meresap ke dalam tanah, membentuk aliran air tanah di dalam akiver, dan
dapat muncul kembali di permukaan tanah, mengisi aliran sungai. Resiko daya rusak air Semua berawal dari adanya bahaya
atau hazard akan terjadi daya rusak air, dan bahaya tersebut tidak selalu berkembang menjadi bencana atau
disaster. Jika suatu wilayah dilindungi dengan tanggul tinggi, selama bahaya banjir tidak melampaui puncak tanggul,
maka bahaya tersebut tidak akan berkembang menjadi bencana banjir. Jika potensi bahayanya tinggi dan konsekuensi
kerugiannya, atau tingkat kerentanan, vulnerability juga tinggi, maka kejadian banjir yang seperti ini dikatakan
resikonya tinggi. Sebaliknya, jika potensi bahayanya rendah dan tingkat kerentanannya juga rendah, maka
dikatakan banjirnya memiliki resiko rendah. Tingkat kerentanan resiko daya air atau banjir dibagi menjadi empat.
High probability last consequence, high probability small consequence, low probability last consequence, dan low
probability small consequence. Konsekuensi yang dirasakan langsung dan nyata, yaitu kerusakan rumah, sekolah,
pabrik, jalan, jembatan, perabotan, mobil, mesin, pembangkit listrik, pasokan air. Konsekuensi secara langsung
yang tidak nyata, yaitu hilangnya nyawa, efek kesehatan, dan hilangnya nilai ekologis. Konsekuensi yang dirasakan
langsung dan nyata, yaitu hilangnya produksi industri, gangguan lalu lintas, kehilangan pelanggan. Konsekuensi tidak
langsung dan tidak nyata, yaitu ketidaknyamanan pemulihan setelah banjir, meningkatkan kerentanan korban.
Tingginya curah hujan merupakan salah satu penyebab tanah longsor. Saat musim kemarau yang panjang, tanah akan
mengering dan membentuk rongga pecah -pecah atau pori-pori. Hal itu berakibat terjadinya keretakan pada tanah
tersebut. Kemudian, kalau musim hujan tiba, air hujan akan masuk dan meresap ke dalam tanah yang retak dan memenuhi
rongga, sehingga terjadilah pergeseran tanah. Tanah yang bergeser menyebabkan erosi tanah dan kemudian terjadi
longsor. Selain bahaya daya rusak air akibat volume lompasan permukaan yang besar, kita juga patut mewaspadai bahaya
banjir lahar dingin. Lahar dingin yaitu aliran air dingin yang tercampur dengan material vulkanik yang terjadi karena
hujan lebat setelah gunung api meletus. Banjir lahar dingin bisa juga disebut banjir bandang karena mengalirkan
material vulkanik berupa lumpur di lareng gunung. Daya rusak air adalah daya air yang dapat menimbulkan
kerusakan dan atau bencana terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya. Semua berasal dari adanya bahaya atau hazard
akan terjadi daya rusak air, dan bahaya tersebut tidak selalu berkembang menjadi bencana atau disaster. Terima kasih.
Terima kasih.
Deskripsi
-
Area Diskusi
Anda harus login untuk memberikan komentar
Pengetahuan Lainnya

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum
Gedung Heritage. Lantai 2.
Jl. Pattimura No. 20. Kebayoran Baru
Email: datin_bpsdm@pu.go.id
Petunjuk Pemakaian

Total Pengunjung
Hari ini: 0
Kemarin: 0
Minggu ini: 0
Bulan ini: 0
Total: 0
Situs Terkait
© 2026 BPSDM Kementerian PU. All rights reserved